Saturday, March 20, 2010

Keiklasan, Kunci Kebahagiaan

Para mentor dan penggiat motivasi selalu menanamkan kepada kita untuk pantang menyerah. Kesulitan apapun, persoalan apapun, semuanya pasti bisa diatasi. Begitu pula untuk mencapai keberhasilan, gantungkan cita-cita pada bintang-bintang di langit. Katakan bahwa "Aku Bisa", maka bisalah kita menggapainya. Jatuh bangun dan jatuh lagi, kemudian bangun lagi... Jangan pernah berhenti untuk berjuang. Menyerah menandakan jiwa yang lemah. Memaafkan kegagalan adalah simbol kerapuhan. Tetapi, saya katakan, ada kalanya kita harus mampu dengan rendah hati untuk mengatakan bahwa "Saya Tidak Mampu".

Ketika kita mampu dengan iklas mengakui keterbatasan dan kelemahan diri kita, akan ada kekuatan baru yang tumbuh. Kekuatan untuk mampu menghadapi apapun dan bagaimanapun kenyataan. Kekuatan tersebut akan membangun sebuah sikap memaafkan segala kemungkinan. Sebab, kita memang tidak mampu sepenuhnya mengendalikan hidup kita seperti yang kita pikirkan. Kita tidak mampu mencegah wafatnya kakek kita. Kita tidak mampu menyenangkan semua orang. Kita tidak mampu membangun kekayaan seperti para konglomerat. Beginilah mampunya kita. Terimalah ini apa adanya, sebab inilah yang terbaik yang dapat kita capai saat ini.

Keiklasan bukanlah sikap pasif. Iklas berarti ada sebuah upaya yang seharusnya menjadi hak kita, tetapi itu kita relakan untuk tidak kita nikmati. Kita mempunyai hak yang sama untuk sukses, untuk kaya, untuk berkuasa. Tetapi jika kita tidak mampu mewujudnyatakan hak itu, biarkanlah itu tidak kita nikmati. Nikmatilah apa yang mampu kita capai. Inilah kunci kebahagiaan itu. Menjalani hidup dengan iklas.

Saturday, January 9, 2010

Utamakan Logika dalam Membangun Usaha

Berpikir jernih dalam menangkap peluang adalah awal yang penting untuk memulai sebuah kesuksesan usaha. Berpikir jernih tentu harus bebas dari kontaminasi emosional. Senang atau tidak senang adalah situasi emosional yang sering menggagalkan peluang emas yang ada di depan mata. Situasi emosional sering mempertahankan kita untuk berada di zona nyaman (confort zone). Padahal, di dalam zona nyaman tidak ada tantangan yang akan meng-up-grade kualitas kita. Pelajari dengan seksama setiap peluang, dan ketidaknyamanan harus dianggap sebagai sebuah tantangan. Carilah cara dan strategi teknis untuk memenangkan tantangan tersebut. Tidak ada orang merasa nyaman dalam pertempuran. Tetapi, ketika ia berhasil memenangkan pertempuran itu, dia tidak hanya mendapatkan kenyamanan, tetapi segala-galanya.

Misalnya saja Anda sangat menyukai burung. Anda mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli, merawat, dan melatih burung Anda. Dalam estimasi Anda, burung tersebut telah mencapai nilai jual yang sangat tinggi. Tetapi, belum juga ada penawaran. Sementara itu Anda sangat membenci kucing. Tetangga Anda mempunyai banyak kucing. Seorang kenalan Anda meminta tolong Anda untuk mencarikan kucing dan mau membeli dengan harga di atas rata-rata. Pada tetangga Anda, bukan hanya murah, minta pun Anda dikasih. Tetapi karena Anda membenci kucing, Anda menolak peluang tersebut. Situasi emosional Anda menghalangi Anda untuk sebuah peluang mendapatkan keuntungan. Pertimbangan suka dan tidak suka bukan hal yang menguntungkan untuk memulai sebuah bisnis. Utamakanlah logika dalam membangun usaha Anda. Semoga Sukses.

Friday, January 1, 2010

Tahun Baru, Harapan Baru, Semangat Baru

Apa yang telah Anda capai di tahun 2009? Apa pula yang belum? Capaian-capaian Anda adalah sukses yang telah Anda ukir. Tidak bisa diulang. Seberapa besar capaian itu, semuanya telah terjadi. Anda belum puas? Apa boleh buat. Waktu tidak dapat dikembalikan. Dan kegagalan Anda telah tertulis dalam sejarah usia Anda. Tetapi percayalah pada pepatah klasik, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Ini hanya berlaku jika Anda mau dan mampu menjadikan kegagalan sebagai sebuah pembelajaran. Evaluasi dan inovasi langkah-langkah Anda masa lalu, lakukan sebuah terobosan untuk mencari jalan sukses Anda.

Berikut ini Tips untuk menggapai sukses lebih besar di tahun-tahun mendatang.
  • Evaluasi kepribadian Anda. Kegagalan dan kesuksesan banyak ditentukan oleh kondisi emosional Anda. Bagaimana Anda menghadapi tantangan akan menentukan hasilnya.
  • Evaluasi secara obyektif bidang yang Anda kerjakan. Anda tidak akan mendapatkan emas jika Anda mencarinya di tempat yang memang tidak ada kandungan emasnya. Jika Anda yakin bahwa di tempat tersebut memang tidak ada emasnya, jangan menunggu lama untuk meninggalkan tempat itu.
  • Bacalah buku-buku motivasi dan bergaullah di lingkungan orang-orang yang berpikiran positif. Itu semua akan mengobarkan semangat Anda.
  • Yakinkan pada diri Anda bahwa yang Anda kerjakan adalah bagian dari ibadah Anda. Artinya, yang Anda kerjakan mempunyai manfaat bagi orang lain, sehingga ketika Anda berdoa untuk meminta pertolongan Tuhan dalam usaha Anda tidak bertentangan dengan iman dan hati nurani Anda. Tuhan pasti akan membantu.
  • Jangan pernah putus asa. Yakinlah, setiap masalah pasti ada pemecahannya. Kesabaran dan keuletan Anda sedang diuji.
  • Jangan cepat puas dan sombong terhadap capaian-capaian Anda. Berjuanglah terus untuk mencapai sukses yang lebih gemilang.
  • Jangan lupa bersyukur kepada Tuhan, sebab capaian-capaian Anda tidak pernah lepas dari campur tangan-Nya.

    Tips ini untuk memotivasi diri kita menjalani Tahun 2010, dengan Harapan Baru, dan Semangat Yang baru pula. Sukses Adalah Hak Anda. Perjuangkan Itu. Good Luck.

  • Thursday, October 22, 2009

    Mencari Emas

    Emas adalah logam berharga yang mempunyai nilai estetik dan ekonomik. Karena itulah dari jaman dahulu sampai sekarang emas diburu banyak orang. Mencari emas paling mudah di toko emas. Ada banyak pilihan bentuk, kualitas, dan kuantitasnya. Anda tinggal mengukur kandungan kantong Anda dibandingkan dengan selera Anda, dan belilah emas dengan mutu, bentuk, dan berat yang sesuai. Itu jika Anda seorang kolektor atau pemakai.

    Tetapi ada cara lain orang mencari emas. Mereka tidak mencari di toko emas, tetapi di dalam perut bumi yang masih bercampur tanah. Mereka melalui berbagai proses yang melelahkan. Sungguh suatu pekerjaan yang penuh tantangan dan resiko. Tetapi begitu mereka melalui proses itu, mereka sungguh bahagia dengan emas yang diperolehya itu. Nilai ekonomik maupun kepuasan yang didapatkan jauh lebih tinggi dibandingkan orang yang mendapatkan emas di toko emas.

    Mencari emas di toko emas adalah jiwa konsumtif. Sedangkan mencari emas di dalam perut bumi yang masih bercampur tanah adalah jiwa entrepreneurship. Dengan kualitas dan kuantitas emas yang sama, seorang entrepreneur akan mendapatkan keuntungan estetik maupun ekonomik lebih tinggi dari pada seorang konsumtif.

    Carilah emas yang masih bercampur tanah untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih tinggi.

    Saturday, October 3, 2009

    Hati-Hati Sales Letter Predator

    Anda pernah terjebak oleh sales letter iklan tertentu? "Uang mengalir terus ke rekening Anda tanpa bisa dihentikan... Anggota aktif maupun pasif akan mendapatkan pembagian keuntungan tanpa kecuali... Cukup bisa mengetik pada google search Anda bisa mendapatkan uang melimpah dari internet... dll." Begitu contoh sales letter yang menarik dan menghipnotis Anda sehingga Anda tergiring pada keputusan untuk bergabung pada sebuah afiliasi tertentu. Celakanya, setelah Anda membayar Anda akan berhadapan dengan kenyataan yang lain sama sekali. Tidak semudah informasi awal yang Anda dapatkan dari sales letter iklan tersebut. Lalu, apa kesimpulan Anda? Penipuan..? Scam..? Apapun istilahnya, tetapi Anda tidak akan mendapatkan kembali uang Anda. Andapun tidak bisa memperkarakan mereka di depan hukum, karena biaya yang akan Anda keluarkan jauh lebih banyak dari sekedar uang Anda untuk membeli hak referal mereka.

    Kekuatan sales letter memang sangat berpengaruh dalam sebuah promosi iklan. Kata-kata yang menghipnotis akan menghilangkan akal sehat calon korban. Dan mereka sangat ahli dalam membangun area abu-abu. Area di mana antara hitam dan putih bertemu, sehingga Anda tidak akan bisa menyebutnya penipuan, tidak juga bisa mengatakan bahwa mereka tidak membohongi Anda. Fenomena seperti ini marak sekali di dunia internet, bisnis online yang terjadi di dunia maya. Dunia maya. Sekali lagi, dunia maya..!!! Dunia virtual yang telah dihuni para pemangsa para pencari nafkah dengan cara mudah. Anda ingin cari uang dengan mudah, yang terjadi sebaliknya, Anda akan dengan mudah dimangsa para predator yang tidak kenal ampun.

    Tidak ada cara mudah untuk cari uang, baik di internet maupun di dunia nyata. Kecuali, jika cara itu tidak halal, maka di internet maupun di dunia nyata banyak cara mudah untuk mendapatkan uang. Menipu, merampok, mencuri, dll. So, kalau mau mendapat uang banyak, kerjalah yang baik. Entah itu di dunia internet maupun di dunia nyata. Meskipun begitu, ingat, tidak semua informasi di internet tentang peluang bisnis adalah penipuan. Cermati dengan akal sehat. Mungkin Anda beruntung.


    Wednesday, September 30, 2009

    Modal Bank : Jadikan Pilihan Terakhir

    Ketika saya dalam posisi sangat jenuh menjadi seorang karyawan, saya bertekat untuk membuka usaha sendiri. Saya tahu bahwa saya akan mendapat promosi jabatan yang lumayan baik tetapi saya betul-betul pada situasi yang sangat jenuh, saya mengajukan pengunduran diri. Alasan yang saya sampaikan pada pimpinan bahwa saya ingin membuka usaha sendiri. Berani amat buka usaha padahal modal sepeserpun tidak ada. Kebetulan waktu itu saya bekerja di sebuah lembaga keuangan. Pimpinan saya tahu bahwa saya tidak punya modal untuk membuka sebuah usaha seperti yang saya sampaikan. Tetapi bos saya itu memang sudah tidak dapat menghentikan niat saya. Entah karena apa, bos saya menawarkan pinjaman modal. Seperti gayung bersambut, "that is way out", pikir saya. Jadilah saya buka usaha dengan modal seratus persen pinjaman bank.

    Usaha yang saya rintis memang berjalan sangat baik. Tetapi bagaimanapun sebuah usaha baru memerlukan waktu untuk dapat membangun pasar. Nah, selama masa itu neraca keuangan berat ke titik minus. Sampai akhirnya setelah melewati semester pertama barulah menuai profit. Sampai sekarang telah berjalan 3 tahun dan telah melewati saat-saat berat, masih juga eksis. Tetapi secara finansial tidak juga ada perbedaan signifikan ketika saya masih seorang karyawan dengan sekarang ketika mempunyai bisnis sendiri. Saya mencoba membuat evaluasi. Betapa saya terkaget-kaget, ternyata lebih 50% dari hasil kerja saya telah saya bayarkan sebagai bunga bank. Dan betapa kagetnya lagi ternyata akumulasi bunga bank yang saya bayarkan lebih besar dari pokok pinjaman saya. Wah.... bagaimana mau maju kalau begini..??

    Saya berpikir, mestinya harus ada yang diperbaiki dari keadaan tersebut. Saya harus membangun sebuah sistem pendapatan yang efektif dan efisien. Mana lebih nyaman hidup dengan pendapatan besar tetapi dengan beban biaya yang besar pula dibandingkan pendapatan kecil dengan beban biaya kecil pula? Ujung-ujungnya yang masuk di kantong jumlahnya sama.

    Jika Anda baru memulai membangun sebuah bisnis, saya sarankan Anda untuk tidak memulainya dengan pinjaman bank. Lebih baik Anda menjual apa yang bisa Anda jual untuk memulai bisnis Anda tersebut. Dengan pengandaian ketika bisnis Anda telah berkembang, Anda dapat membeli jauh lebih banyak dari yang pernah Anda jual itu. Pinjaman bank hanya akan membantu jika fungsinya untuk meningkatkan produktivitas bisnis Anda secara progresif atau proporsional. Tetapi jika dengan penambahan modal bank hanya akan menghasilkan jumlah yang sama ke dalam kantong Anda, lebih baik Anda berjalan saja tanpa modal bank. Jadikan modal bank sebagai pilihan terakhir jika memang tidak ada lagi asset yang bisa Anda jadikan modal.

    Tuesday, September 29, 2009

    Cashflow Quadrant

    Cashflow Quadrant. Istilah ini mungkin telah biasa kita dengar. Pemetaan cara pencarian uang yang dibuat oleh Robert T. Kyosaki ini memang sangat populer. Bagaimana cara Anda mendatangkan uang ke saku Anda berdampak pada seberapa Anda bisa menikmati kebebasan finansial. Kebebasan finansial tentunya yang dimaksud bahwa Anda tidak lagi mengalami kesulitan atau tekanan dari segi finansial. Memang ada? Tentu saja ada. Tetapi memang hanya beberapa gelintir orang saja. Nah, apakah Anda ingin menjadi bagian dari beberapa gelintir orang itu? Coba kita lihat dimana posisi Anda dalam peta pencarian uang.

    Apakah Anda seorang karyawan perusahaan? Atau Anda memiliki usaha dan mengelolanya sendiri? Atau Anda memiliki usaha yang dikelola orang lain? Atau Anda seorang investor? Jika Anda seorang karyawan perusahaan, Anda berada di wilayah E (Employer). Jika Anda seorang pemilik usaha dan Anda mengelola sendiri usaha itu, Anda berada di wilayah S (Self-employer). Jika Anda seorang pemilik usaha dan membayar orang untuk mengelola usaha itu, Anda berada di wilayah B (Business Owner). Jika Anda seorang penanam modal pada sebuah perusahaan dan tidak terlibat sama sekali dalam pengelolaan usaha itu, maka Anda berada di wilayah I (Investor).

    Wilayah E dan S di sebelah kiri adalah wilayah aman. Sedangkan wilayah B dan I adalah wilayah kebebasan. Sebagai seorang "E" Anda aman karena Anda mendapatkan gaji rutin dan tidak menanggung kerugian. Sebagai seorang "S" Anda aman karena Andalah yang menentukan pendapatan Anda. Sebagai seorang "B" Anda bebas karena ada orang lain yang bertanggung jawab untuk menjalankan bisnis Anda. Sebagai seorang "I" Anda sangat bebas karena uang bekerja untuk Anda. Nah, pada quadrant mana posisi Anda sekarang? Ingin BEBAS atau AMAN..?

    Sebagai seorang karyawan, dengan gaji rutin, apakah posisi Anda benar-benar Aman? Bagaimana jika perusahaan tempat Anda bekerja bangkrut? Atau jika alasan tertentu perusahaan mem-PHK Anda? Mungkin juga Anda adalah seorang ahli yang mandiri. Anda membuka usaha sendiri dan menangani sendiri. Anda tidak perlu direcoki oleh perilaku karyawan yang aneh-aneh dan tuntutan-tuntutan mereka yang memusingkan. Tetapi dengan begitu segala sumber pendapatan bergantung kepada Anda. Andalah sistem yang menghasilkan uang untuk Anda. Bayangkan jika Anda berhalangan karena alasan tertentu, sakit misalnya, sistem itu pasti berhenti menghasilkan uang.

    Berbeda misalnya jika Anda mempunyai sebuah bisnis dan Anda membayar para ahli untuk mengelola bisnis Anda, Anda akan mengalami kebebasan. Anda aman dan bebas. Para ahli telah mengurusi bisnis Anda. Anda telah membayar sistem, dan sistem itu akan terus bekerja untuk menghasilkan uang kepada Anda. Anda hanya perlu sesekali saja mengontrol agar sistem itu tetap bekerja dengan baik. Anda mempunyai kebebasan waktu dan finansial.

    Bila Anda seorang penanam modal pada perusahaan seorang B, Anda akan juah lebih bebas dan aman lagi. Anda tidak perlu lagi memikirkan bagaimana sistem akan menghasilkan uang untuk Anda. Uang Andalah sistem tersebut. Uang bekerja untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi bagi Anda. Anda benar-benar mengalami kebabasan dan keamanan finansial tingkat tinggi. Passive income mengalir terus membuat Anda semakin sejahtera.

    Sunday, September 27, 2009

    Passive Income: Malas atau Cerdas?

    Passive Income (pendapatan pasif) adalah pendapatan yang didapatkan dari bekerjanya sebuah sistem meskipun tanpa keterlibatan langsung pemiliknya.
    Dalam bahasa sederhana kita bisa katakan pendapatan yang mengalir terus meskipun ditinggal ongkang-ongkang. Enak to...? Mau...? Hanya orang aneh yang nggak mau. Eit..., tunggu dulu. Ada juga yang nggak mau loh. (Lha ya itu namanya orang aneh). Bukan karena apa, tapi karena prinsipnya. Dia bilang passive income itu hanya dicita-citakan oleh para pemalas dan pemeras. Waduh...!! Kok begitu ya..? Coba kita kaji paradigma ini. Benar apa salah sih.
    Pemalas dan pemeras. Sadis banget ya. Seorang kakek tua renta hidup bersama istrinya yang sudah tua pula. Anak semata wayangnya menjadi korban kecelakaan lalulintas berapa berapa puluh tahun lalu. Kedua orang tua itu (bener-bener sudah tua) tidak mampu lagi bekerja. Tetapi ekonominya tetap stabil. Si suami adalah pensiunan TNI, jadi tetap terima gaji di masa pensiunnya. Gaji pensiun adalah termasuk pasif income. Bayangkan kalau kedua orang tua itu tidak menerima gaji pensiunnya, tentu mereka akan menjadi beban sosial lingkungan di sekitarnya. Apakah mereka pemeras? Atau pemalas? Anda tahu jawabannya.
    Jika Anda ingin mendapatkan pasif income, Anda dapat memilih daftar pilihan berikut:
    1. Menjadi pegawai negeri, TNI, Polisi, atau pegawai instansi swasta yang memberikan jaminan masa pensiun.
    2. Menanam saham (investasi) pada perusahaan yang profitabilitasnya tinggi
    3. Menjadi member sebuah perusahaan MLM dengan downline aktif ribuan orang
    Anda tidak mungkin akan bisa memilih salah satu dari ketiga daftar di atas jika Anda adalah pemalas. Dan jika Anda adalah seorang pemeras, tentu tidak akan lama-lama bisa berkeliaran, sebab penjara akan menjadi tempat tinggal Anda.
    Oh ya, kalau Anda ingin membangun sebuah sistem pasif income tanpa modal, coba yang satu ini: BISNIS HALAL ANTI RUGI. Jangan join sebelum yakin. Bisnis ini sangat sederhana, tetapi sistemnya sangat mendukung Anda untuk mendapatkan pasif income.

    Pengen Cepat Kaya Lewat Internet

    Siapa yang nggak pengen kaya..? Saya kira hanya berapa gelintir orang yang memang memilih untuk tidak mau kaya. Bisa karena alasan religiositas. Atau karena alasan-alasan lain, termasuk karena kondisi idiot yang dideritanya. Keinginan untuk kaya tentu hanya dimiliki oleh mereka yang belum kaya. Bagi yang sudah kaya, ingin lebih kaya lagi. Kaya memang menyenangkan. Fasilitas apapun yang diinginkan pasti terpenuhi. Meskipun uang tidak dapat menyelesaikan segala persoalan, tetapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa uang mampu menyelesaikan banyak sekali persoalan. Itulah sebabnya keinginan untuk kaya hampir dimiliki oleh setiap orang (yang belum kaya). Bahkan istri seorang filsuf Sokrates pernah mengeluh begini, "Bosan ah jadi orang miskin...!".
    Ingin kaya tentu wajar. Yang tidak wajar kalau ingin cepat kaya. Memang dalam jargon kampanye JK-Win katanya lebih cepat lebih baik, tapi kecelakaan sering terjadi jika kendaraan melaju terlalu cepat. Hasil yang baik pasti berasal dari proses yang baik. Sebaliknya, proses yang baik pasti menghasilkan sesuatu yang baik pula. Pengen cepat kaya boleh dan bisa saja, tetapi harus melalui proses yang baik. Dalam sebuah proses tentu ada namanya akselerasi (percepatan). Akselerasi bisa terjadi setelah serangkaian proses telah mengantar Anda pada jalur yang tepat. Apa jadinya jika Anda melakukan percepatan ketika Anda belum pada jalur yang tepat?
    Bagi peselancar dunia maya tentu tidak asing dengan berbagai jenis iklan yang menjanjikan proses menjadi kaya mendadak. Anda pernah mencoba? Mungkin Anda perlu mencoba, sebab kegagalan bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga. Berharga karena mungkin memang telah menghabiskan tidak sedikit uang Anda. Berharga bisa juga karena bisa menjadi pelajaran dan evaluasi untuk langkah berikutnya. Tetapi, belajar dari kegagalan orang lain akan jauh kecil ongkosnya. Banyak yang telah tertipu oleh iming-iming cepat kaya. Masihkah Anda ingin mencoba?
    Tetapi jangan pula membakar lumbung beserta isinya hanya karena ingin membunuh tikus di dalamnya. Memang banyak penipuan di internet, tetapi tidak semua yang ada di internet adalah penipuan. Cermati dan kaji, sebelum Anda mengikuti tawaran tersebut. Biasanya sales latter yang terlalu bombastis adalah penipuan atau semi-penipuan. Berpikir logis, realistis, dan kritis dapat mengantar Anda menemukan jalan yang tepat untuk menjadi kaya lewat internet. Tetapi berpikir emosional dan serakah pasti akan menyesatkan Anda. Sebab, para copy writer (penulis sales letter) tahu persis bagaimana menggiring emosi Anda untuk mengiyakan tawaran mereka. Pengen cepet kaya? Penghasilan 30 juta sehari? Walah... walah... preeettt....

    Saturday, September 26, 2009

    Bosan Jadi Karyawan

    Seorang teman saya curhat pada saya. Katanya, "Bosan aku jadi karyawan... kerjaan saban hari cuma melaksanakan perintah... salah dikit kena marah..." Gampang saya menimpali, "Kalo bosan jadi karyawan, ya jadilah bos..." "Mana bisa jadi bos, orang seperti saya ini terlahir untuk jadi pesuruh..." katanya. Saya timpali lagi pernyataannya, "Kalau begitu ya jangan bosan dong jadi karyawan... mending bisa jadi karyawan... Di luar sana banyak yang ingin jadi karyawan tapi nggak kesampaian... akhirnya cuma bisa jadi pengangguran..."
    Bosan jadi karyawan. Wajar memang orang mengalami kebosanan. Apalagi kalau di bekerja penuh dengan tekanan, sementara nasibnya tidak juga berubah dari tahun ke tahun. Terus, Anda mau apa kalau sudah bengini? Tetap bertahan demi mempertahankan sumber finansial untuk kelangsungan hidup keluarga adalah pilihan yang mulia. Tetapi harus sadar, tidak akan ada perubahan jika Anda tidak membuat perubahan.
    Jika Anda tetap ingin bertahan, Anda harus merubah pola pikir Anda. Mengapa Anda bekerja bertahun-tahun tetapi nasib Anda tidak berubah? Mungkin karena Anda bekerja hanya melaksanakan perintah. Cobalah Anda bekerja tidak sekedar melaksanakan perintah. Anda bekerja dengan kreativitas penuh. Berikan potensi terbaik Anda kepada perusahaan dengan hasil yang terbaik pula. Bila atasan Anda memerintahkan A, berikan A+ (A plus). Jika hal ini menjadi kebiasaan Anda, mungkin Anda akan mendapat tugas yang lebih berat lagi. Jangan mengeluh karena kemampuan Anda sedang diuji oleh perusahaan. Jika dengan tugas yang lebih berat Anda pun bisa laksanakan dengan hasil yang terbaik, akan ada tugas yang lebih barat lagi. Terus begitu. Dan berbahagialah Anda, sebab Anda mendapatkan kepercayaan yang besar dari perusahaan Anda. Anda telah membuat perusahan dalam kadar tertentu bergantung pada Anda. Sebagai imbal baliknya, Anda pasti akan mendapatkan reward berupa kenaikan gaji. Jika tidak, jangan berpikir terlalu lama untuk keluar dari perusahaan itu. Dengan kemampuan Anda yang luar biasa, perusahaan lain banyak yang menanti Anda.
    Dengan skill dan kemampuan Anda bekerja dalam perusahaan, Anda pun bisa membangun perusahaan sendiri. Mungkin Anda berpikir tentang modal. Banyak orang kaya yang bingung mencari pengelola uang tetapi tidak menemukan akhirnya hanya ditaruh di bank. Dekati mereka. Berikan keyakinan kepada mereka bahwa uang mereka aman dan akan berkembang lebih banyak lagi di tangan Anda. Jika Anda selama ini menunjukkan kemampuan dan kredibilitas yang unggul, tentu tidak akan sulit mendapatkan kepercayaan dari mereka. So, kalau bosan jadi karyawan, jadilah bos...!!!