Wednesday, September 30, 2009

Modal Bank : Jadikan Pilihan Terakhir

Ketika saya dalam posisi sangat jenuh menjadi seorang karyawan, saya bertekat untuk membuka usaha sendiri. Saya tahu bahwa saya akan mendapat promosi jabatan yang lumayan baik tetapi saya betul-betul pada situasi yang sangat jenuh, saya mengajukan pengunduran diri. Alasan yang saya sampaikan pada pimpinan bahwa saya ingin membuka usaha sendiri. Berani amat buka usaha padahal modal sepeserpun tidak ada. Kebetulan waktu itu saya bekerja di sebuah lembaga keuangan. Pimpinan saya tahu bahwa saya tidak punya modal untuk membuka sebuah usaha seperti yang saya sampaikan. Tetapi bos saya itu memang sudah tidak dapat menghentikan niat saya. Entah karena apa, bos saya menawarkan pinjaman modal. Seperti gayung bersambut, "that is way out", pikir saya. Jadilah saya buka usaha dengan modal seratus persen pinjaman bank.

Usaha yang saya rintis memang berjalan sangat baik. Tetapi bagaimanapun sebuah usaha baru memerlukan waktu untuk dapat membangun pasar. Nah, selama masa itu neraca keuangan berat ke titik minus. Sampai akhirnya setelah melewati semester pertama barulah menuai profit. Sampai sekarang telah berjalan 3 tahun dan telah melewati saat-saat berat, masih juga eksis. Tetapi secara finansial tidak juga ada perbedaan signifikan ketika saya masih seorang karyawan dengan sekarang ketika mempunyai bisnis sendiri. Saya mencoba membuat evaluasi. Betapa saya terkaget-kaget, ternyata lebih 50% dari hasil kerja saya telah saya bayarkan sebagai bunga bank. Dan betapa kagetnya lagi ternyata akumulasi bunga bank yang saya bayarkan lebih besar dari pokok pinjaman saya. Wah.... bagaimana mau maju kalau begini..??

Saya berpikir, mestinya harus ada yang diperbaiki dari keadaan tersebut. Saya harus membangun sebuah sistem pendapatan yang efektif dan efisien. Mana lebih nyaman hidup dengan pendapatan besar tetapi dengan beban biaya yang besar pula dibandingkan pendapatan kecil dengan beban biaya kecil pula? Ujung-ujungnya yang masuk di kantong jumlahnya sama.

Jika Anda baru memulai membangun sebuah bisnis, saya sarankan Anda untuk tidak memulainya dengan pinjaman bank. Lebih baik Anda menjual apa yang bisa Anda jual untuk memulai bisnis Anda tersebut. Dengan pengandaian ketika bisnis Anda telah berkembang, Anda dapat membeli jauh lebih banyak dari yang pernah Anda jual itu. Pinjaman bank hanya akan membantu jika fungsinya untuk meningkatkan produktivitas bisnis Anda secara progresif atau proporsional. Tetapi jika dengan penambahan modal bank hanya akan menghasilkan jumlah yang sama ke dalam kantong Anda, lebih baik Anda berjalan saja tanpa modal bank. Jadikan modal bank sebagai pilihan terakhir jika memang tidak ada lagi asset yang bisa Anda jadikan modal.

0 comments:

Post a Comment