
Dalam bahasa sederhana kita bisa katakan pendapatan yang mengalir terus meskipun ditinggal ongkang-ongkang. Enak to...? Mau...? Hanya orang aneh yang nggak mau. Eit..., tunggu dulu. Ada juga yang nggak mau loh. (Lha ya itu namanya orang aneh). Bukan karena apa, tapi karena prinsipnya. Dia bilang passive income itu hanya dicita-citakan oleh para pemalas dan pemeras. Waduh...!! Kok begitu ya..? Coba kita kaji paradigma ini. Benar apa salah sih.
Pemalas dan pemeras. Sadis banget ya. Seorang kakek tua renta hidup bersama istrinya yang sudah tua pula. Anak semata wayangnya menjadi korban kecelakaan lalulintas berapa berapa puluh tahun lalu. Kedua orang tua itu (bener-bener sudah tua) tidak mampu lagi bekerja. Tetapi ekonominya tetap stabil. Si suami adalah pensiunan TNI, jadi tetap terima gaji di masa pensiunnya. Gaji pensiun adalah termasuk pasif income. Bayangkan kalau kedua orang tua itu tidak menerima gaji pensiunnya, tentu mereka akan menjadi beban sosial lingkungan di sekitarnya. Apakah mereka pemeras? Atau pemalas? Anda tahu jawabannya.
Jika Anda ingin mendapatkan pasif income, Anda dapat memilih daftar pilihan berikut:
1. Menjadi pegawai negeri, TNI, Polisi, atau pegawai instansi swasta yang memberikan jaminan masa pensiun.
2. Menanam saham (investasi) pada perusahaan yang profitabilitasnya tinggi
3. Menjadi member sebuah perusahaan MLM dengan downline aktif ribuan orang
Anda tidak mungkin akan bisa memilih salah satu dari ketiga daftar di atas jika Anda adalah pemalas. Dan jika Anda adalah seorang pemeras, tentu tidak akan lama-lama bisa berkeliaran, sebab penjara akan menjadi tempat tinggal Anda.
Oh ya, kalau Anda ingin membangun sebuah sistem pasif income tanpa modal, coba yang satu ini: BISNIS HALAL ANTI RUGI. Jangan join sebelum yakin. Bisnis ini sangat sederhana, tetapi sistemnya sangat mendukung Anda untuk mendapatkan pasif income.
0 comments:
Post a Comment